Hidden Figures: Mana yang Nyata, Mana yang Dikarang di Film tentang Katherine Johnson
Glenn yang minta hitungannya dicek ulang, linggis yang membongkar papan toilet, sampai Dorothy Vaughan dan komputer IBM: mana yang nyata di film Hidden Figures, mana yang dilebih-lebihkan, dan mana yang murni karangan? Kita bandingkan dengan kisah asli Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson.

Kamu pasti kenal adegan ini kalau sudah nonton Hidden Figures: peluncuran makin dekat, ada angka yang belum klop, dan seorang astronaut bilang dia baru mau terbang kalau perempuan itu sudah mengecek hitungannya. Dramatis banget, kan? Pertanyaannya: apakah semuanya benar-benar terjadi seperti di layar?
Jawabannya: sebagian besar fondasinya nyata, tapi banyak detail yang dirapikan, digabung, atau dikarang supaya enak ditonton. Hari ini kita bedah bareng. Bukan buat bilang filmnya "bohong", karena kisah tiga perempuan ini memang layak dikenal. Tapi kita mau tahu versi aslinya, sebab versi aslinya sering kali lebih menarik.

Foto: NASA, Katherine Johnson di NASA Langley Research Center, 1980. Karya NASA (kredit: NASA).
Dulu, siapa sih mereka sebenarnya?
Film yang rilis Desember 2016 ini diangkat dari buku nonfiksi Margot Lee Shetterly dengan judul yang sama, dan mengikuti tiga matematikawan Afrika-Amerika di lembaga yang kini kita kenal sebagai NASA: Katherine Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson. Katherine diperankan Taraji P. Henson.
Katherine Johnson lahir 26 Agustus 1918 di White Sulphur Springs, West Virginia, dan wafat 24 Februari 2020 pada usia 101 tahun. Menurut biografi NASA, dia loncat beberapa kelas dan sudah sekolah di kampus West Virginia State College pada usia 13 tahun, lalu lulus 1937 dengan gelar matematika dan bahasa Prancis "dengan predikat tertinggi". Pada 1939 dia salah satu dari tiga mahasiswa kulit hitam yang dipilih untuk mengintegrasikan program pascasarjana West Virginia University, tapi dia berhenti setelah satu semester untuk membangun keluarga.
Baru pada 1953 dia masuk ke laboratorium Langley milik NACA, lembaga pendahulu NASA. Dua minggu kemudian dia dipindah ke cabang analisis beban manuver di divisi riset penerbangan. Jadi, kalau di film kamu merasa dia "tiba-tiba" muncul di tengah program luar angkasa, aslinya dia sudah bertahun-tahun bekerja di sana sebelum Amerika punya astronaut.
Yang akurat: kerangka besarnya nyata
Mari mulai dari kabar baik. Ini bagian-bagian yang benar menurut sumber-sumber yang aku baca.
Ketiganya orang sungguhan dan kontribusinya nyata. Katherine menghitung lintasan penerbangan Alan Shepard pada 5 Mei 1961, orang Amerika pertama di luar angkasa. Dorothy Vaughan dipromosikan memimpin kelompok West Area Computers pada 1949, menjadikannya supervisor kulit hitam pertama di NACA. Mary Jackson mulai di Langley pada 1951 dan pada 1958 menjadi insinyur perempuan kulit hitam pertama di lembaga itu, menurut Smithsonian Magazine.
Segregasi di Langley juga nyata. Unit tempat Katherine dan Dorothy awalnya bekerja bernama West Area Computing, dan isinya perempuan kulit hitam yang dipisahkan dari rekan kerja kulit putih. Unit ini dibubarkan pada 1958, ketika NACA berubah menjadi NASA.
Mary Jackson memang harus berurusan dengan aturan segregasi untuk bisa jadi insinyur. Supaya memenuhi syarat, dia mengajukan permohonan agar boleh mengikuti kelas di Hampton High School yang waktu itu hanya untuk siswa kulit putih. Ini sama dengan yang digambarkan film.
Glenn memang minta Katherine mengecek hitungan. Pada 1962, saat NASA mulai memakai komputer elektronik IBM untuk menghitung orbit John Glenn di misi Friendship 7, Glenn disebut meminta engineer untuk "get the girl", maksudnya Katherine, supaya memverifikasi hasil komputer. Menurut IEEE Spectrum, Katherine ingat Glenn berkata kira-kira, "Kalau dia bilang angkanya bagus, aku siap berangkat." Dia mengecek ulang dengan kalkulator meja. Penerbangan Glenn berhasil, dan dia jadi orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi.
Katherine sendiri menilai film itu cukup baik. Menurut Wikipedia, dia bilang ketiga pemeran utamanya "melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memerankan kami."
Yang dilebih-lebihkan: kenyataan lebih pelan dan lebih rumit
Nah, di sini film mulai memainkan dramanya. Aku rangkum berdasarkan ulasan Looper yang membandingkan film dengan buku Shetterly.
Adegan Glenn dan angka di menit-menit terakhir. Di film, permintaan itu terasa seperti keputusan detik-detik sebelum peluncuran. Kenyataannya, Katherine mengerjakan verifikasi itu selama beberapa hari, bukan beberapa detik. Dia juga tidak berdiri di ruang kontrol saat peluncuran, melainkan menonton lewat televisi dari kantornya.
Dorothy Vaughan dan komputer IBM. Film menampilkan Dorothy seolah menaklukkan mesin IBM hampir sendirian. Sumber yang aku baca menyebut dia menguasainya sebagai bagian dari tim besar. Meski begitu, kariernya memang nyata: menurut NASA, dia menjadi programmer FORTRAN yang andal, ikut program roket Scout, dan pensiun pada 1971 setelah 28 tahun berkarier.
Persahabatan dan satu mobil. Film membuat ketiganya terlihat sangat akrab dan berangkat kerja bersama. Dalam versi buku yang diringkas Looper, mereka berteman baik tapi tidak seerat itu, dan Katherine biasa menumpang mobil dengan rekan lain bernama Eunice Smith.
Perjuangan Mary Jackson di pengadilan. Di film, perjuangan Mary tampak berat dan berujung di ruang sidang. Menurut Looper, prosesnya tidak sedramatis itu: dia mendapat izin khusus dan tidak pernah sampai ke pengadilan. Bukan berarti mudah, ya. Dia tetap harus menembus aturan yang melarangnya, hanya saja jalannya tidak seperti adegan sidang di layar.
Linimasa yang dipadatkan. Film menumpuk kejadian dari bertahun-tahun ke dalam satu rentang waktu singkat. Pada 1961, misalnya, Katherine sudah pindah ke Space Task Group, Dorothy sudah jadi supervisor, dan Mary sudah jadi insinyur. Yang membuat pas di layar bukan berarti pas di kalender.
Yang dikarang: tokoh dan adegan yang tidak ada
Ini bagian yang paling sering bikin penonton kaget.
Tokoh komposit. Al Harrison (diperankan Kevin Costner), Vivian Mitchell, dan Paul Stafford adalah tokoh gabungan. Menurut yang dikutip Looper, NASA menyebut mereka mewakili sikap pada zamannya, dan Harrison mewakili hierarki lembaga secara umum, bukan satu orang tertentu. Jadi kalau kamu mencari sosok "Al Harrison" di sejarah NASA, kamu tidak akan menemukannya.
Palu yang menghancurkan papan toilet. Adegan Harrison membongkar papan "toilet perempuan kulit berwarna" dengan linggis adalah karangan. Banyak kritikus menilai adegan ini jadi momen "penyelamat kulit putih" (white savior), karena Katherine digambarkan diselamatkan oleh tokoh kulit putih yang baik hati. Menurut ulasan yang sama, Katherine sendiri dilaporkan memakai toilet terdekat yang bisa dia pakai dan tidak merasa didiskriminasi secara pribadi di NASA. Perlu diingat, ini kesaksian yang dilaporkan lewat satu sumber sekunder, jadi aku sarankan kamu baca langsung wawancara Katherine kalau mau memastikan.
Undangan ke ruang kontrol. Harrison mengajak Katherine masuk ke ruang kontrol saat peluncuran juga tidak pernah terjadi.
Tes matematika dari para perwira. Dalam versi buku, tidak ada catatan perwira Pentagon yang menguji Katherine seperti di film. Dia diperlakukan sebagai rekan sejawat dalam urusan hitungan.
Karl Zielinski. Tokoh ini berdasarkan Kazimierz Czarnecki, mentor Mary Jackson.
Kenapa film harus mengarang?
Bisa jadi karena film punya durasi dua jam, dan realitas sejarah tidak selalu punya klimaks yang rapi. Kenyataannya, kemajuan di Langley berlangsung lewat ribuan keputusan kecil, rapat, laporan, dan perhitungan yang sepi. Itu susah difilmkan. Jadi pembuat film menggabungkan beberapa orang jadi satu, memadatkan waktu, dan menciptakan adegan simbolik.
Masalahnya, adegan simbolik itu kadang mengubah siapa yang tampak jadi pahlawan. Dalam kisah aslinya, yang membuka pintu adalah kerja keras, kemampuan membuktikan diri lewat hasil, dan tentu saja konteks: kebutuhan mendesak NASA akan hitungan akurat, bukan satu bos kulit putih yang tiba-tiba tergerak.
Satu hal yang jarang dibahas film adalah dimensi tim. Katherine bukan satu-satunya perempuan yang bekerja sebagai "komputer" manusia, dan Dorothy memimpin kelompok yang isinya banyak perempuan lain. Film memilih tiga tokoh agar ceritanya fokus, tapi kenyataannya kerja besar itu melibatkan banyak orang yang namanya tidak masuk layar.
Yang tidak ada di film tapi penting
Karena filmnya fokus di awal 1960-an, kamu mungkin tidak tahu perjalanan Katherine sesudahnya.
Pada 1960, dia dan engineer Ted Skopinski menulis laporan tentang persamaan orbit untuk posisi pendaratan tertentu. Menurut NASA dan IEEE Spectrum, ini pertama kalinya seorang perempuan di Divisi Riset Penerbangan tercatat sebagai penulis laporan riset. Selama kariernya, dia menulis atau ikut menulis 26 laporan riset.
Dia juga mengerjakan perhitungan yang membantu menyinkronkan modul pendarat bulan Apollo dengan modul komando. Menurut Wikipedia, setelah misi Apollo 13 dibatalkan pada 1970, pekerjaannya pada prosedur cadangan dan peta navigasi ikut membantu menentukan jalur pulang yang aman bagi kru. Dia pensiun pada 1986 setelah 33 tahun di Langley.
Pengakuan formal datang jauh sesudahnya. Pada 24 November 2015, di usia 97, Katherine menerima Presidential Medal of Freedom dari Presiden Barack Obama. IEEE juga memberinya President's Award, yang diterima putri-putrinya pada 2019. Mary Jackson dihormati lewat penamaan kantor pusat NASA di Washington D.C. sebagai Mary W. Jackson NASA Headquarters pada 24 Juni 2020, dan dia menerima Congressional Gold Medal pada 2019 (diterima cucunya, karena Mary wafat pada 2005 di usia 83).
Jadi, bagaimana cara menonton film berbasis kisah nyata?
Menurutku ada tiga kebiasaan sederhana yang berguna, bukan hanya untuk film ini:
- Anggap film sebagai pintu masuk, bukan kesimpulan. Hidden Figures berhasil membuat jutaan orang tahu nama Katherine, Dorothy, dan Mary. Itu sudah jasa besar. Setelah itu, baca bukunya atau profil resmi NASA.
- Curigai adegan yang terlalu rapi. Kalau satu adegan menyelesaikan masalah besar dalam lima menit, kemungkinan itu dramatisasi.
- Perhatikan siapa yang jadi penyelamat. Kalau cerita tentang perjuangan seseorang justru diselesaikan oleh tokoh lain yang lebih berkuasa, tanya: apakah itu benar-benar terjadi?
Penutupnya begini: Katherine Johnson tidak perlu adegan yang dikarang untuk jadi luar biasa. Seorang anak yang sudah kuliah di usia 18, mahasiswa pascasarjana kulit hitam yang membuka jalan di West Virginia, lalu menghitung lintasan untuk astronaut pertama Amerika dengan pensil, kertas, dan kalkulator meja, sudah cukup mengagumkan tanpa tambahan apa pun.
Sumber
- Katherine Johnson Biography, NASA
- Katherine Johnson: The Hidden Figures Mathematician Who Got Astronaut John Glenn Into Space, IEEE Spectrum
- How Accurate Is Hidden Figures?, Looper
- Dorothy J. Vaughan, NASA
- NASA Names D.C. Headquarters for Hidden Figure and Engineer Mary Jackson, Smithsonian Magazine
- Katherine Johnson, Wikipedia
- Foto: Research Mathematician Katherine Johnson, 1980, NASA



